Syarifah Nurul Husna dan Rahmat Yani alias Rahmat Alias Rahmayani


Tercatat sejak 2010 hingga 2015, setidaknya ada 7 pernikahan sejenis yang terjadi di Indonesia. Kita juga pernah dikagetkan dengan pernikahan sesama pria di Bali. Terakhir kita juga sempat dibuat bingung dengan adanya aplikasi poligami hingga situs nikah siri.


Kali ini kabar pernikahan yang sangat menghebohkan datang dari wilayah timur Indonesia. Rahmat (pria palsu) ngebet untuk menikah dengan seorang gadis bernama Syarifah dari Dusun Erelebu, Desa Ekatiro, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba.
Hubungan terlarang itu berawal dari dari petemanan mereka media sosial Facebook pad akhir 2015. Syarifah kala itu masih sedang duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bontotiro, Bulukumba.


Rahyamani mengaku pria bernama Rahmat Yani kepada Syarifah Nurul Husna . Fatalnya, Rahmayani mengaku sebagai karyawan perusahaan swasta di Kalimantan Timur (Kaltim) pun dipercaya Syarifah dan kedua orangtuanya, Amri dan Syamsudar, bahkan Rahmat alias Rahmayani ini berjanji akan menggelar pesta pernikahan besar-besaran setelah proses administrasinya lengkap.


Rahmat memang tak bisa lagi menutupi keterpesonaannya pada gadis Erelebu itu. Akhirnya kedua orang tua Syarifah yaitu Syamsudar dan Amri manut mengikuti keinginan Rahmat untuk menikah siri saja dulu. Rahmat pun resmi menjadi suami Syarifah, gadis perawan dari Bontobahari. Anehnya, Rahmat pun sukses menunaikan malam pertama, malam itu juga.


Tapi, kesuksesan Rahmat adalah awal petaka itu. Rahmat kini menghilang, menghindari penangkapan polisi. Syarifah jadi janda muda. Sebagaimana yang diliris oleh tribuntimur.com (29 September 2017) bahwa ibunya Syarifah yang langsung menerima telpon dari Rahmat alias Rahmayani ini.


“Saat Rahmat menelepon menyampaikan maksudnya, ibu saya yang terima telepon itu,” kata Syarifah kepada Tribun-Timur.com usai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Bontobahari, kemarin sore.
Nah, orang tua mana yang tak berbunga-bunga menyambut maksud baik seorang pria yang ingin melamar anaknya . Hal ini pun terjadi pada kedua orang tua syarifah.


“Dia katakan suka sama anak saya dan ke depan berniat mau dinikahinya. Sebagai ibu tentu senang mendengar kabar itu dan menyambutnya dengan baik,” kata Syamsudar.
Sebagai orag tua tentunya menyambut niat baik Rahmat Yani, meski dia belum pernah bertemu langsung. Selama dua tahun menjalin kasih di media sosial pada Mei lalu, Rahmat Yani mengajak Syamsudar bersama kekasihnya bertemu di salah satu tempat di Makassar.


Nah, Lalu 7 September lalu mendesak Rahmat ingin menikahi Syarifah. Dia pun menjumpai orangtua Syarifah bernama Amri-Syamsudar dan mengungkapkan rencana akan menikahi putri sulungnya tersebut.
Rahmat mengurus sendiri pernikahannya dengan Syarifah. Dia bahkan datang sendiri ke rumah orangua Syarifah, melamar. Dengan modus akan dinikahi dengan gadis lain pilihan orang tuanya, Rahmat pun menjalankan misinya dengan baik.


“Prosesi lamarannya dia sendiri yang sampaikan ke saya. Alasannya tanpa dokumen karena dia mengaku orangtuanya mendesak akan nikahkan ke orang lain, makanya kami terima dan soal dokumen dia janjikan usai nikah baru diurusnya,” jelas Syamsudar kepada tribuntimur.com


Nah, dalam tradisi masyarakat bugis tentunya kita kenal dengan yang namanya uang ‘panaik’ sebagai syarat dalam pernikahan, sadar akan hal tersebut tawaran kredit uang panaik dari Rahmat pun diterima oleh keluagra Syarifah. Dimana Rahmat menyetujui uang panaik Rp Rp 30 juta, tapi hanya dibayar Rp 17 juta dulu, selebihnya dicicil. Nah, lucukan uang ‘panaik’ kok di cicil.
Takhanya itu, uang panaik Rp 17 juta tersebut sebenarnya adalah uang Syarifah, bukan murni dari Rahmat. Dalam rilis tribun timur tersebut terungkap bahwa Syarifah menjual sepeda motornya seharga Rp 17,5 juta, lalu uang hasil penjualan dipinjamkan ke calon suaminya agar prosesi pernikahan bisa berjalan.


Saat itu, Rahmat mengaku tak punya uang, parahnya lagi Syamsudar dan Amri sebagai orang tua pun sepakat, termasuk ketika Rahmat menawarkan nikah siri saja dulu. Bahkan kedua orang tuanya mengakui bahwa sudah ada yang curiga pada suara lembut Rahmat saat ijab kabul, tapi proses terus berlanjut. Penyesalan memang selalu datang terlambat.
Malam Pertama Petaka
Pesta pernikahan kuduanya bahkan berlangsung mewah untuk ukuran warga di Erelebu. Pakaian dan aksesoris penganting ditambah pelaminan Jepara senilai Rp 8-10 juta. Setelah prosesi ijab kabul datanglah waktu untuk malam pertama, nah inilah yang dinanti-nantikan, tentunya saya juga penasaran sebab Rahmat si pria jadi-jadian ini bisa apa ketika malam pertama nanti .
Ternyata malam pertama mereka berlangsung lancar tanpa rasa curiga , sebab dalam pengakuan Syarifah bahwa saat malam pertama tersebut antara percaya dan tidak karena punyanya si Rahmat mirip milik laki tulen dan tetap jalaninya (berhubungan intim).


Nah, sandiwara Rahmat pun mulai terbongkar saat pagi tiba, dimana sang Ibu tak sengaja masuk kamar pengantin, Syamsudar nampaknya sudah berencana menyambangi anaknya saat Rahmat ke kamar mandi. Pandangan Syamsudar tak sengaja mengarah ke pakaian dalam Rahmat.
“Apa itu? Kenapa ada begitu?” tanya Syamsudar melihat “kelamin” Rahmat nempel di celana dalamnya.
Syarifah akhirnya mengungkapan kecurigaannya terhadap sang suami saat menjalani upacara malam pertama tersebut, upacara dimana Syarifah telah menyerahkan segalanya terhadap si Rahmat. Dan ternyata benar kan upacara semalam dilakukan dipimpin oleh kelamin palsu yang telah merenggut perawan Syarifah.


Cerita mereka semakin lengkap ketika haidir Kepala dusun setempat guna menanyakan sebidang tanah yang jadi mahar Syarifah. Tapi yang Kepala dusun temui malah curhatan hati Sang Ibu, Syamsudar dan Syarifah terhadap kejanggalan malam pertama tersebut.
Dari situlah introgasi oleh ketiganya yaitu Kepala dusun, Syarifah serta Ibunya, ternyata Rahmat Yani alias Rahmat adalah Rahmayani, hal ini pun membuat kaget Kepala dusun. Kepala dusun dan kerabat


Syamsudar pun membawa Rahmat ke Kantor Polsek Bontotiro. Tapi sayang seribu kali sayang , Rahmat berhasil lolos dan meninggalkan Bontobahari setelah dari kantor polisi.
Kisah yang miris ini terjadi ketika kita baru saja dikagetkan dengan situs nikahsirri.com, ini yang selalu saya khawatirkan bahwa pihak wanita selalu menjadi korban dari pernikahan yang tak dilundungi oleh hukum negara, apalagi Sayarifah ini sudah kehilangan perawan hingga uang setelah dinikahi secara siri oleh sang pria jadi-jadian.



https://seword.com/sosbud/saat-rahmat-terpergok-pakai-kelamin-palsu-bukan-hanya-keperawanan-tapi-motor-dan-uang-syarifah-melayang/