1. karyawan_kontrak.jpeg

    Merasa karier mentok? Pengin ganti kerjaan? Ah, jangan-jangan itu hanya perasaan. Dalam karier, sebaiknya gak perlu banyak-banyak baper alias bawa perasaan. Yang ada malah kerja gak nyaman, terus mikir sebaiknya pindah kerjaan. Mending kerja secara profesional saja. Lakukan yang terbaik agar dinilai lebih baik pula oleh si bos.

    • Nah, kalau udah kerja banting tulang meres darah masih GITU-GITU AJA...!, pergi pagi pulang sore kena macet di jalan, kehujanan, kepanasan, resiko di jalan bertahun tahun mengabdi di perusahaan tiada hasil GITU-GITU AJA...!, terkadang punya jabatan tetapi gak jelas gak ada perhatian dari bos GITU-GITU AJA...!, terkadang mengabdi hingga 10 sampai 40 tahun bahkan hingga pensiun penghasilannya tidak sebanding di perusahaan GITU-GITU AJA...!, Inilah alasan pindah kerja mungkin menjadi pilihan paling tepat. Bukan malah menikmati kementokan itu.

    • Ada lho, orang yang kariernya gak maju-maju tapi merasa oke-oke saja. Mereka sudah merasa pewe alias posisinya wuenak di zona nyaman tersebut. Kalau kasusnya terjebak di zona nyaman kayak gini, bakal lain ceritanya. Orang-orang ini merasa takut pindah karena khawatir susah dapat tempat kerja yang lebih nyaman.

    • Soalnya, meski karier gak maju, mereka merasa sudah dicukupkan oleh keadaan. Walau gaji tiap tahun hanya naik 2,5 persen, mereka mikir yang penting naik. Bonus kadang ada sering gak, pikir mereka, ah, daripada gak pernah ada bonus. Padahal, di luar sana tersedia buanyak kesempatan untuk lebih maju. Zona nyaman bisa ditinggalkan untuk mendapat penghasilan lebih besar, dari cari kerja baru sampai jadi bos buat diri sendiri alias pengusaha.
    • Siapa sih yang gak pengen karirnya naik? Sayangnya gak semua orang punya kesempatan itu Gak Asal Keluar Tapi bukan berarti kita bisa langsung ngibrit keluar saja jika karir mentok. Sederet pertimbangan tetap harus dipikirkan untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba peruntungan karier di tempat lain.

      jika-karir-mentok-001.jpg

    • Berikut ini ada 3 pertanyaan yang mungkin bisa menjadi bahan renungan sebelum resign. Kalau bisa jawab 3 pertanyaan ini, berarti kamu siap ganti karier gak pakai takut:

      1. Kenapa saya mau pertimbangkan pindah? Kalau kamu mau pindah karena dihubungi suatu perusahaan, hati-hati. Bisa saja kamu spontan tergoda dan penasaran dengan tawaran yang mungkin menggiurkan itu. Sebab, situasi mendadak kayak gini jarang memberi kita kesempatan banyak untuk berpikir. Banyak orang berpikir mau pindah karena kurang cocok dengan kondisi kerja saat ini. Yang jadi pertanyaan adalah apakah di tempat kerja yang baru kondisinya akan cocok? Bisa-bisa malah gak cocok sama sekali. Membangun jaringan itu penting, siapa tahu kamu bisa dapat link ke perusahaan yang bonafit Jadi, telisik dulu calon tempat kerja baru itu. Kalau bisa tanya-tanya ke mantan karyawannya, itu bagus. Jangan sampai lepas dari mulut singa jatuh ke sungai penuh buaya.

    • 2. Sudah ngobrol dengan bos? Sebagai karyawan, kita wajib menjalin hubungan yang baik dengan bos. Meski si bos dirasa kurang perhatian kepada kita. Sebisa mungkin kita bicarakan masalah di tempat kerja dengan bos agar ditemukan solusi bersama. Mungkin dalam obrolan itu ditemukan jalan keluar agar kita untung, perusahaan pun untung. Kalau ujuk-ujuk minta resign, yang ada malah bos mencak-mencak karena merasa gak dianggap. Maunya resign bulan depan, eh, bisa ditendang pada hari itu juga kitanya.

    • 3. Rencana sudah matang? Rencana untuk pindah kudu matang jika serius. Kalau ragu-ragu, mending mundur dulu selangkah dan berpikir lagi. Indikasi rencana pindah sudah matang antara lain:

      *.Sudah ada target perusahaan baru yang diincar

      *.Sudah mencari tahu seluk-beluk perusahaan incaran itu, termasuk gaji dan budaya kerjanya

      *.Ada perasaan optimistis diterima di tempat kerja yang baru Tapi itu semua hanya indikasi, lho, ya. Bukan berarti kalau semuanya terpenuhi lalu keputusan pindah itu sudah tepat.

    • Yang paling penting adalah keyakinan kita untuk pindah. Jika sudah mantap dan yakin, niat itu sulit terbendung. Tapi, sekali lagi, seyogianya kita membuka ruang komunikasi dulu dengan perusahaan sekarang, bukan main kabur. Sebab, tapi silaturahmi pantas dijaga, kecuali memang perusahaan itu sengaja melanggar hak-hak kita selaku pekerja, ya.

      Salam Sukses Untuk Anda