Ari-ari dikubur (Foto: NU Online)

- Mengubur ari-ari bayi kerap dilakukan oleh orangtua segera setelah bayi lahir. Biasanya, sang ayah yang langsung menguburkan dengan tangannya sendiri di area rumah lalu membacakan doa-doa.

Tak lupa tanah berisi ari-ari diberi bunga dan penerangan. Ritual mengubur plasenta atau ari-ari pada hakikatnya dibenarkan dalam Islambahkan disunnahkan. Mengenai hukum sunnahmengubur ari-ari terdapat keterangan dalam kitab Nihayatul Muhtaj.


“ Dan disunnahkan mengubur anggota badan yang terpisah dari orang yang masih hidup dan tidak akan segera mati, atau dari orang yang masih diragukan kematiannya, seperti tangan pencuri, kuku, rambut, ‘alaqah (gumpalan darah), dan darahakibat goresan, demi menghormati orangnya”.


Tetapi jika penguburan ari-ari disertakan dengan berbagai benda, seperti pulpen, gunting, serta benda-benda lain maka termasuk dalam kategori tabdzir (menghamburkan) dan termasuk haram.


“ (Orang yang berbuat tabdzir kepada hartanya) ialah yang menggunakannya di luar kewajarannya. (Yang dimaksud: di luar kewajarannya) ialah segala sesuatu yang tidak berguna baginya, baik sekarang (di dunia) maupun kelak (di akhirat), meliputi segala hal yang haram dan yang makruh”.
Apalagi jika beranggapan kalau benda-benda tersebut nantinya akan membuat anak menjadi pribadi yang lebih baik.


Anak sudah memiliki fitrah dan takdir sendiri yang ditentukan oleh AllahSWT. Untuk itu, hindari mengubur benda-benda bersama ari-ari dengan tujuan tertentu. Selengkapnya baca di sini.

Terapi Pijat Ibu Hamil Pasca Bersalin KLIK DISINI!!!



Sumber: NU Online