Sudah jadi kewajiban kita bagaikan seseorang tua buat melindungi, mendidik dan juga membesarkan kanak – kanak kita. tetapi karna banyak aktivitas pekerjaan ataupun keadaan perekonomian yang sering – kali bagaikan orang tua kita kerap menitipkan kanak – kanak kepada bunda seorang diri ataupun kepada bunda mertua.
sempatkah kita bertanya kepada diri seorang diri, apa perbuatan kita itu benar ataupun tidak secara syariat?


kesatu coba kamu tanyakan dalam hati nurani apa sesungguhnya landasan kamu melaksanakan perbuatan tersebut? karna cuma mengejar karir ataupun orang tua kamu lebih baik dalam mendidik anak?


kedua yakinkan kedatangan cucu dirumah membikin orang tua kamu senang ataupun malah membikin padat jadwal mereka dan juga terasa terbebani?
ingat bila kita cuma sekadar mengejar karir dan juga membebani kedua orang tua kita itu berarti kita tercantum anak yang dzalim dan juga itu merupakan suatu dosa.


kewajiban orang tua merupakan menggambarkan hak anak. allah berfirman. “hai orang – orang yang beriman, peliharalah dirimu dan juga keluargamu dari api neraka” (qs at tahrim: 6). seseorang tabi’in, qatadah menafsirkan, engkau perintahkan mereka buat taat kepada allah dan juga larang mereka durhaka kepada – nya. engkau terapkan perintah allah kepada mereka. perintahkalah dan juga bantulah mereka buat melakukannya. bila engkau memandang perbuatan mereka maksiat kepada allah, hingga peringatkan dan juga cegahlah mereka. ”


rasululloh saw bersabda: ”.. laki – laki merupakan pemimpin di dalam keluarganya ia hendak ditanya tentang kepemimpinannya, perempuan merupakan pemimpin rumah suami dan juga anak – anaknya, ia hendak ditanya tentang kepemimpinannya.. (hr bukhari muslim)
orang tua memiliki 3 kedudukan terhadap anak bagi dari zakiyah darajat dkk: mengasuh raga anak supaya berkembang kembang dengan sehat, proses sosialisasi anak supaya belajar membiasakan diri dengan lingkungannya, dan kesejahteraan psikologis dan juga emosional anak. kewajiban dari orang tua merupakan hak anak buat hidup, nama yang baik, disembelihkan aqiqahnya, asi 2 tahun, makan/minum/baju, tarbiyah agama, tarbiyah sholat, tempat tidur terpisah antara laki – laki dan juga perempuan, tarbiyah adab, pengajaran al – quran/baca tulis, perawatan dan juga tarbiyah kesehatan/kebersihan, pengajaran keahlian, kasih sayang, keamanan, dan juga proteksi.


berartinya tarbiyah anak. rasulullah saw bersabda: ”tiada sesuatu pemberian yang lebih utaman dari orang tua kepada anaknya tidak hanya tarbiyah yang baik” (hr angkatan laut (AL) hakim).


imam abu al – hamid al – ghazali ra mengatakan, ”.. bila anak dibiasakan dan juga dididik buat melaksanakan kebaikan, hingga ia hendak berkembang jadi baik dan juga jadi orang yang senang di dunia dan juga akhirat. tiap orang yang mendidiknya (orang tua ataupun para pendidik yang lain) hendak ikut mendapatkan pahala sebagaimana pahala si anak atas amal shalihnya.. bila dibiasakan dengan keburukan dan ditelantarkan serupa hewan ternak, hingga ia hendak jadi orang yang celaka dan juga binasa. dosa yang diperbuatnya ikut ditanggung oleh orang – orang yang berkewajiban mendidiknya. ”


imam ibnu al – qayyim ra, “mayoritas pemicu kehancuran anak merupakan akibat orang tua mengabaikan mereka, tidak mengarahkan bermacam kewajiban dan juga ajaran agama. orang tua yang menelantarkan anaknya kala mereka kecil, membikin mereka tidak berfaedah untuk pribadinya dan juga orang tuanya kala mereka telah berusia. terdapat orang tua yang mencela anaknya yang durjana, kemudian anaknya mengatakan, “ayah, engkau durjana kepada ku kala kecil, hingga saya juga durjana kepadamu sehabis saya besar. engkau menelantarkan kala kecil, hingga saya juga menelantarkanmu kala engkau tua renta.





( sumber: http:// www. wartaislampedia. id/astagfirullah-menitipkan-anak-kepada-orang-tua-ternyata-dosa-ini-penjelasannya/ )